Showing posts with label Review berita. Show all posts
Showing posts with label Review berita. Show all posts

Wednesday, September 10, 2014

Mbah Harto: Piye, Min? Pena'an Jamanku tho? || Gagalnya para tokoh Reformasi


Amien rais menghianati perjuangannya sendiri

Diantara berbagai wacana mengenai RUU Pilkada yang meramaikan dunia perberitaan, Pengunduran diri Ahok mungkin yang paling banyak disoroti, terbukti dengan trending topic untuk hastag #SaveAhok. Namun bagi saya, berita mengenai penyesalan Amien Rais yang dulu mendukung pelaksanaan Pilkada Langsung begitu mencengangkan.

Bagaimana tidak, kawan. Amien Rais yang tenar sebagai sosok/tokoh reformasi harus berurusan dengan keyakinannya terdahulu. Dalam bahasa yang agak kasar mungkin, Amien Rais murtad dari keyakinannya mengenai Pilkada Langsung.

Hemm, tapi kita perlu sadar bahwa perubahan sikap yang menurutku cukup 'memalukan' ini tak ada masalah, toh manusia ini makhluk yang hatinya tidak tetap (bolak-balik). Saya sendiri berharap, bahwa alur berfikir kita mengenai Pilkada Langsung seharusnya progresif, bukan malah mundur. Segala kekurangan yang terjadi pada pelaksanaan Pilkada yang telah lalu seharusnya dipelajari dan dihasilkan formulasi untuk meminimalisir itu semua.

Dalam berita Tribunnews.com (Berjudul: Amien Rais Menyesal Dulu Setuju Pilkada Langsung), Amien Rais menyinggung maraknya praktik politik uang. Kini ia berkeyakinan bahwa, dengan mengembalikan Pemilihan Kepala Daerah ke DPR saja, dapat meminimalisir praktik politik uang.

Pikirku, ya tentu saja pak!

Sebelumnya, praktik politik uang merajalela, menyebar langsung ke rakyat. Jika Pilkada hanya di DPR saja, lalulintas uang politik kan semakin sempit, dibagi-bagi antar anggota legislator!

Jadi tinggal pilih saja, Pak Amien. Bapak sukanya uang rakyat cuma muter-muter di gedung DPR atau keluar dan sampai ke tangan rakyat ???

Pak Harto sudah sering menyindir :
Piye kabare, Min?? Sek Penak Jamanku tho ???
Read more

Sunday, February 2, 2014

Ohh Gita Wirjawan, Aku bingung harus bilang apa, pak Calon Presiden !!!

gita wirjawan calon presiden
Gita Wirjawan - Peserta Konvensi Partai Demokrat. Sumber: tempo.co


Sungguh malu rasanya menuliskan sebuah catatan mengenai Om Gita Wirjawan, mantan mentri perdagangan sekaligus peserta konvensi Calon Presiden di Partai Demokrat. Aku cukup malu ikut-ikutan ramai menanggapi pengunduran diri Gita Wirjawan sebagai Menteri Perdagangan karena disangkut pautkan dengan keikut-sertaannya sebagai peserta konvensi di Partai Demokrat. Aku sungguh malu, sebabnya tak lain karena aku hanyalah orang biasa saja.

Namun, aku tidak cukup kuat menahan diri untuk tidak ikut berkomentar saat membaca berita dan ulasan-ulasan di berbagai media mengenai om Gita Wirjawan ini. Oia, sebelumnya, ijinkan saya memanggil dengan sapaan Om Gita saja, sebab sejak iklan-iklanmu booming di media online, kau banyak jadi pembahasan di media online, nah kami merasa dekat sekali denganmu karena nyaris setiap mengunjungi halaman portal berita, dirimu selalu tersenyum 'menyambut' kami, bak doorman di sebuah toko.

Om Gita, ingin kusampaikan bahwa aku menyesal jika kau harus mengundurkan diri dari jabatanmu sebagai Mentri Perdagangan. Walaupun keterangan yang kau berikan pada media bahwa pengunduran itu dilakukan untuk berkonsentrasi memenangi konvensi sangat baik, itu menunjukkan pada khalayak, pada kami semua bahwa om Gita betul-betul serius untuk maju sebagai Presiden RI. Dibandingkan, misalnya, dengan Jokowi yang nyaris mabuk laut oleh gelombang wacana pencapresannya, kau lebih baik. Kau menunjukkan tekat yang kuat.

Walaupun aku masih bingung padamu om Gita Wirjawan, apa yang hendak kau lakukan jika berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia kelak ??? Apakah salah satu diantaranya, kau akan mewajibkan semua pegawai negeri sipil untuk memiliki sertifikat lolos toefl dengan poin minimal 600 ?.

Atau kau akan memperbaiki istana presiden terlebih dahulu pada 100 hari pertama kepemimpinanmu ???

Atau kau akan memperkuat kementrianmu dengan para profesional sehingga kinerja kabinetmu bisa maksimal menjalankan pemerintahan, melayani rakyat Indonesia ???

Atau kau akan membantu KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi ???

gita wirjawan anti korupsi
Banner Gita Wirjawan anti korupsi. Sumber: gitawirjawan.com



Oia, bagaimana kabar berita dugaan korupsi importasi 240.000 ton raw sugar (gula mentah) tahun 2012, dimana kau dilaporkan oleh Gerakan Indonesia Bersih [GIB] ke KPK ??? Walaupun masih dugaan, maaf aku tak mengikuti betul-betul perjalanan berita kasus ini, toh seharusnya kau tidak boleh disentuh sedikitpun dengan berita seperti ini. Apalagi, Dipo Alam memasukkan kementrian yang kau pimpin kemarin sebagai kementrian sarang penyamun. Aduhhh om Gita om Gita...

Om Gita Wirjawan, Kau mengundurkan diri atau Melarikan diri ???

Di bagian ini, aku ingin berkomentar tentang tekatmu mengisi kabinet dengan orang-orang profesional, bukan dari lingkaran partai, selain untuk memaksimalkan kinerja, kau juga ingin memperbaiki citra pemerintahan yang dirusak oleh politisi.

Memang, jika suatu urusan diserahkan kepada ahlinya (baca: profesional) maka hasilnya akan baik. Nah, mari kita kembali melihat prestasi kementrian yang kau pimpin, jika kau kebetulan membaca catatanku ini tolong berkomentar atau tulislah surat padaku dengan menyebutkan apa saja prestasimu memimpin kementrian ini. Karena aku bingung dengan berita di media, nyaris tak ada yang baik tentang kementrianmu.

Menurutku, om Gita Wirjawan tak sepantasnya mengundurkan diri dari jabatan mentri hanya karena ingin fokus memenangi konvensi. Sangat tidak perlu. Kau ingin bebas dari urusan negara / pemerintahan untuk meningkatkan poin citramu, meningkatkan popularitas dan elektabilitasmu ???

Entah aku bodoh atau sudah gila, seharusnya, jika kau perbaiki kementrianmu, mengurusinya selayaknya kau adalah profesional di bidang itu, tentu hal tersebut adalah satu kekuatan yang bisa kau tunjukkan ke publik, bahwa di tengah badai rusaknya kementrian di kabinet si Esbeye jilid kedua itu, kementrianmu menunjukkan prestasi yang signifikan.

Sebagai calon presiden yang ingin mengisi kabinet dengan personal yang profesional, seharusnya om Gita Wirjawan ini berperilaku profesional, paling tidak meninggalkan jabatan mentri tanpa jejak kelam yang akan ditanggung oleh penggantimu.

Bukankah si Esbeye akan sangat senang padamu jika dirimu berhasil membangun kementrianmu itu? Bukankah kementrianmu akan menambahkan poin untuk rapor pemerintahan Esbeye?

Demikian om Gita Wirjawan, di judul catatan ini kutuliskan kata "Aku bingung harus bilang apa, pak Calon Presiden !!!" karena aku memang bingung :

Kau ingin memperkuat KPK membasmi korupsi tapi kau pernah dilaporkan ke KPK.
Kau ingin memaksimalkan kinerja kementrian dengan merekrut para profesional, sementara peranmu sebagai mentri kemarin sore, nyaris tidak menunjukkan suatu kebaikan [sesuai bacaanku di berbagai media].

gita wirjawan calon presiden
GiTA. Sumber: plus.google.com
Aku menyayangkan masuknya beras dari Vietnam yang semakin memperkerus suasana, isunya pun digoreng sana-sini. Entah akhirnya akan bagaimana, kalau nanti akan berurusan dengan KPK lagi, kupikir kita harus menunggu waktu setelah pemberitaan mengenai Anas atau Anggoro yang baru saja ditemukan setelah lama memburon.

Apalagi kasus beras impor dari Vietnam ini seperti bola pimpong, dipukul sana-sini, entah jadi tanggung jawab kementrian yang mana. Jadi kupikir, permasalahan impor beras dari Vietnam ini tidak terfokus menjerumuskan kementrianmu saja. Namun secara moral, karena kementrianmu tersentuh oleh masalah ini, ada baiknya memfokuskan pikiran membersihkan siluman-siluman importir. Tidak perlu terlalu buru-buru atau ngebet jadi presiden.

Maafkan aku om Gita Wirjawan, karena kemarin aku berfikir bahwa kau bukan mengundurkan diri, tetapi melarikan diri dari masalah. Fikiran ini masih tetap hidup, padahal berbagai apologi coba aku bangun untuk menalar, betulkah kau mengundurkan diri dari jabatan Mentri Perdagangan untuk fokus pada konvensi ??? Aku apresiasi kebulatan tekatmu memimping bangsa ini, Om Gita.

Sayangnya, Aku bingung harus bilang apa, pak Calon Presiden !!!

Aku malah berfikir, kau akan lari kemana ketika bangsa ini menuntut janji-janjimu, kualitas atau profesionalismemu ???

Om Gita, kalau kau hanya bisa melarikan diri, tidak menyelesaikan masalah-masalah yang merusak kementrian yang kemarin sore kau pimpin, Lebih baik kau jadi bintang iklan pembersih wajah saja, atau iklan pasta gigi.

Kulihat wajah dan senyummu begitu menawan.


*Atau iklan presiden abal-abal ...


Baca juga:
Read more

Thursday, November 28, 2013

Betapa 'Buasnya' kita Berburu Foto Bugil Siti Badriah

Mending kita ngopi aja dulu bro.. Hahahaha

Apa mau dikata, pagi ini saya sedang asik memantau timeline @orangbiasaji yang kebetulan mengikuti beberapa situs berita populer. Satu twit berita yang cukup mengindang minat untuk mengkliknya adalah berita mengenai tersebarnya foto bugil tanpa busana yang mirip dengan pedangdut Siti Badriah yang kebetulan sedang naik daun.

Ada 3 buah foto yang disatukan, ketiganya telah disensor sedemikian rupa sehingga unsur seksualitasnya tersembunyi. Namun tetap mengundang penasaran para pembaca. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa foto bugil Siti Badriah mulai tersebar di twitter melalui akun @vita787979 sejak 23 November lalu, sayangnya akun twitter ini telah terblokir.

Walaupun telah diunggah beberapa hari yang lalu, beritanya baru ramai hari ini. Saya tidak membuang waktu, segera kumanfaatkan berita 'panas' itu menjadi sebuah postingan di blog yang memancing pengunjung untuk betandang kesana dengan tujuan "menuntaskan penasaran mereka akan foto bugil Siti Badriah", walaupun akhirnya mereka kecewa.

Tidak berlangsung lama setelah postingan mengenai foto Siti Badriah tersebut saya publikasikan, statistik kunjungan ke blogku meningkat tajam, bak air bah, pengunjung datang tanpa kenal ampun, apakah blog yang mereka kunjungi dan link yang mereka klik di blog tersebut adalah HOAX belaka.

Betapa beringasnya orang-orang berusaha menuntaskan rasa penasaran mereka.

Bukan hanya sekali ini saja. Blog dimana saya mempublikasikan postingan jebakan itu telah berhasil memanfaatkan berita 'panas' seperti beberapa wanita yang diberitakan dekan dengan Ahmad Fathanah, Inggrid Kansil yang pernah diberitakan selingkuh dengan anaknya sendiri. Kebetulan blog tersebut cukup powerful dalam indeks mesin pencari. Sangat cepat!

Siapa 'Kita' ???


Saya tentu saja harus fair dalam merumuskan 'kita' dalam kasus derasnya gelombang pemburu foto bugil. Walaupun semua orang punya kesempatan untuk memburunya, karena tidak ada pembatas yang menghalangi, masih ada orang yang berteguh hati tidak memperdulikan berita sampah semacam itu.

Entah siapa orang-orang yang telan membuat statistik lalu-lintas blogku meningkat tajam. Tentu angka tersebut bukanlah angka yang menunjukkan keseluruhan orang yang berburu foto bugil, karena pada hasil pencarian di mesin pencari, blog saya masih berada di halaman ke tiga Google SERP, berarti ada berkali lipat orang yang yang mengunjunginya.

Manusia pun bisa 'BUAS'


nafsu buas manusia
Nafsu buas manusia

Internet bak hutan belantara, tanpa aturan dan saling terkait satu sama lain, seperti rantai makanan, seluruh elemennya saling terhubung. Kesaling-terhubungan itu memaksa kita untuk 'bertahan' dan 'menyerang' agar tetap eksis disana. Bertahan dari apa? dan menyerang siapa?

Kita mesti piawai dalam mempertahankan diri dari berbagai 'serangan' yang berupa godaan-godaan picik untuk bertindak binatang di dunia maya, internet membuka pintu informasi sangat lebar, sehingga tidak ada penyaringan konten, umur, apalagi niat. Terbukanya pintu itu memungkinkan siapa saja dapat datang dengan bebas ke sebuah rumah informasi untuk mengkonsumsi informasinya, entah apakah informasi itu bermanfaat atau tidak, sehat atau racun.

Keterbukaan akses informasi itulah 'serangan' yang mengharuskan kita tetap bertahan. Mengklik tautan dengan anchor text "Foto bugil Siti Badriah" misalnya, sangat mudah, tanpa ada penyaring yang membuat kita harus melakukan ini-itu terlebih dahulu sebelum kita dapat mengklik tautan tersebut. Yang menahan kita untuk tidak mengklik-nya hanyalah diri kita sendiri, sistem pertahanan kita, manual yang menuntun kita mana yang perlu dikonsumsi dan mana yang tak perlu dipedulikan.

Yah, memang! semua orang tahu bagaimana internet merupakan momok yang menakutkan jika kita tidak mengendalikannya, semua sudah paham bagaimana cara kerjanya, dan pembahasan ini sudah basi, elaborasi basi yang cukup dibumbui dengan sedikit metafora.

Persoalannya adalah, setelah kita memahami itu semua, apakah kita mampu memabangun sebuah strategi untuk 'menyerang'??? memangsa informasi bermanfaat dan sehat agar kita tetap survive?

Sudah tahukah kita karakteristik mangsa kita? Dimana mereka berkeliaran dan kapan waktu yang tepat untuk memangsanya?

Toh kupikir tidak secara keseluruhan. Kita disibukkan dengan 'keharusan' mengkonsumsi berita sampah yang tidak sehat, semisal junkfood. Sampah itu tersebar dimana-mana, tanpa dicari pun kita menemuinya dengan sekali mengedipkan mata.

Konten bermanfaat tenggelam. Baik tenggelam oleh menumpuknya kata-kunci (dan tentu saja kontennya) berita-berita 'sialan', dan tenggelam oleh tidak adanya motivasi kita untuk menghindarinya.

Internet lebih dijadikan sebagai taman bermain, wahana menghibur diri di waktu senggang, bukan sebagai media komunikasi dimana keterhubungan antar penggunanya dapat dimanfaatkan sebagai media untuk saling bertukar ide dan informasi yang bermanfaat.

Di akhir, mungkin kita perlu menjadi kanak-kanak dan bertanya : Untuk apa ?
Read more

Friday, March 15, 2013

Mengapa Indonesia harus Mengimpor Bawang Putih?

Cukup sulit bagiku menjawab pertanyaan mengapa Indonesia harus mengimpor bawang dari negara lain seperti China, India, dan Thailand? Kurang suburkah tanah kita? tentu bukan karena persoalan tanah. Bukankah kita pernah dijajah berabad-abad karena bumi Indonesia menjadi penghasil rempah nomor satu di dunia?.

Balada bawang putih yang sedang jual mahal | Foto: www.lensaindonesia.com

Setelah kita dihebohkan dengan berita kasus impor daging sapi yang menelan korban dari pihak partai yang dicap bersil dan pantang korupsi, kini kita berhadapan lagi dengan kasus yang nyaris sama, perbebadaannya hanya produk yang diimpor dan belum adanya dalang yang ditemukan bermain dibalik fenomena ini.

Seakan pemerintah tak belajar bagaimana memperbaiki regulasi impor barang-barang yang masuk ke Indonesia. Ketua HKTI Jawa Timur Yusuf Husni menuturkan, meroketnya harga bawang putih di pasaran karena pemerintah kurang tanggap dan terkesan lamban menyikapi persoalan hortikultura.

"Persoalan ini sebenarnya fenomena yang terjadi setiap tahun. Kenaikan harga bahan-bahan pokok, khususnya sembako ini terjadi setiap tahunnya. Dan pemerintah selalu terlambat menyikapi masalah ini. Ketika ada persoalan baru turun tangan," keluh Yusuf di Surabaya, Kamis (14/3) sebagaimana dikutip dari merdeka.com.

Tak heran memang, kepala negara kita sendiri beberapa bulan belakangan sibuk mengurusi persoalan partainya. Entah apa yang memotifasinya, pekerjaannya sebagai presiden yang belum kelar harus dibebani lagi dengan keputusannya sendiri mengambil alih kepemimpinan di partainya. Tidak puaskah dia menjadi pemimpin bangsa hingga harus kembali menjadi pemimpin partai? atau saya curiga, partainya saja tidak beres, bagaimana mungkin dia bisa membereskan negara ini?

Masalah kelangkaan dan tingginya harga bawang putih sesungguhnya tidak perlu terjadi di Indonesia. Sebab Indonesia merupakan negara agraris dan menjadi lumbung hortikultura. Namun, apakah menjadi lumbung holtikultura berarti kita akan berlimpah bawang? seharusnya jawabannya YA, namun di Indonesia jawaban atau logika yang demikian itu keliru. Kenyataannya, Dalam kasus bawang, ternyata produksi bawang lokal hanya mampu memasok 5% dan sisanya yang 95 %, dipenuhi dari impor.

Yang patut dijelaskan harusnya, mengapa produksi bawang hanya mampu memasok 5%. Semakin tidak bisa dimengerti, mengapa Kementerian Pertanian jadi sibuk mengurusi impor, padahal tugas utamanya adalah mengurusi produksi dan peningkatan produktivitas pertanian??

Sebenarnya tidak ada persoalan dengan impor bawang, akan tetapi jikan 95% bawang yang dikonsumsi rakyat Indonesia adalah hasil impor, bagaimana bisa? logika berfikirnya seperti apa??? Seharusnya kita memproduksi 80% bawang, sisanya 20% barulah kita impor. Namun, sayangnya logika seperti ini mungkin kurang "nikmat" karena tidak "berlendir" sehingga dikebirilah petani yang menjadi lumbung produksi pangan negara agraris ini.

Dan disana, sang presiden Esbeye hanya sibuk marah-marah, seharusnya hal ini bisa diantisipasi dan sejak awal kita bisa menyadari minimnya produksi bawang lokal. Bukan malah sibuk mengurusi partainya. Sekali lagi kusesalkan, dia saja kesulitan membangun komunikasi dan organisasi yang profesional dalam partainya, bagaimana dalam mengurusi negara, komunikasi antara mentri dan pembantunya yang lain.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang tahun 2012, Indonesia mengimpor 415.000 ton bawang putih dari beberapa negara dengan nilai US$ 242,3 juta atau senilai Rp 2,3 triliun bawang putih.

Mayoritas bawang putih impor datang dari China yaitu sebanyak 410.100 ton dengan nilai US$ 239,4 juta atau Rp 2,27 triliun untuk periode Januari hingga Desember 2012.

Tercatat kegiatan impor bawang putih dari China ini berjalan sepanjang tahun, sementara ada beberapa negara lain yang memasukkan bawang putih ke dalam negeri seperti India, Malaysia, Pakistan, dan Thailand, tetapi impornya tidak terjadi setiap bulan dan tak signifikan.

Impor bawang putih dari India, total sepanjang tahun 2012 sebanyak 3.424 ton dengan nilai US$ 1,7 juta, impor dari Malaysia sebanyak 1.124 ton dengan nilai US$ 1,1 juta, bawang putih dari Pakistan sebanyak 203 ton dengan nilai US$ 81,2 ribu, dan Thailand sebesar 58 ton dengan nilai US$ 37 ribu.


Betulkah bawang putih merupakan tumbuhan yang sulit tumbuh di Indonesia?


Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan menjelaskan Indonesia sulit untuk memproduksi bawang putih karena bawang putih masuk dalam jenis tanaman sub tropis. Sedangkan wilayah Indonesia masuk wilayah beriklim tropis.

"Ini karena bawang putih itu tanaman subtropis sedangkan kita iklimnya tropis, jadi sulit tumbuh di Indonesia. Negara-negara subtropis itu seperti China dan Brasil," ujarnya sebagaimana dikutip dari detik.com.

Ia menambahkan pemerintah lebih memilih meningkatkan produksi kedelai yang sama-sama tanaman sub tropis karena kebutuhan kedelai jauh lebih tinggi daripada bawang putih.

"Bisa ditingkatkan produksi bawang putihnya tetapi butuh usaha dan biaya yang besar, lebih baik kita perjuangkan peningkatan produksi kedelai yang sama-sama berjenis subtropis tapi efeknya jauh lebih banyak," kata Rusman.



Oia, Malaysia dan Thailand itu beriklim tropis atau subtropis yah?
Read more

Saturday, February 9, 2013

KPK Setuju Anas Tersangka. Loh atas saran siapa?

"KPK Setuju Anas Tersangka", Demikianlah judul iklan yang kulihat di facebook beberapa saat sebelum catatan ini kutulis. Melihat iklan itu, sontak saya bertanya dalam hati, setuju pada saran siapa?.

Anas Urbaningrum dan Presiden SBY | Foto: inilah.com

Saya menyesal melihat iklan tersebut, iklan itu membuatku punya bahan fikiran baru, padahal beberapa tugas kuliah belum juga kelar. Apalagi saat mengklik iklan tersebut lalu mengarah pada halaman Tempo.co dengan berita berjudul :: Abraham: Pimpinan KPK Sepakati Anas Tersangka. Yaa, memang berbeda dengan judul iklan tadi, SETUJU dan SEPAKAT merupakan dua kata yang perlu penjelasan lebih dalam.

Jika mereka (KPK) setujua Anas menjadi tersangka KPK, atas saran siapa?. Namun jika mereka sepakat Anas menjadi tersangka, atas dasar apa? dan apa hubungannya kesepakatan mereka dengan gonjang-ganjing internal di Partai Demokrat yang memang sedang hangat beberapa hari ini. Belum lagi Nazaruddin kembali berkicau dan menyerang Anas.

Sepintas saya merasa kecewa dengan KPK karena berfikir bahwa KPK tidak independen.

Beberapa hari ini, berita konflik internal Partai Demokrat memang menjadi topik menarik. Belum lagi komentar-komentar yang mengkritik tindakan Presiden SBY yang lebih pusing mengurusi partainya (sebenarnya pusing mengurusi Anas Urbaningrum saja nih) dibandingkan menjalankan kewajibannya sebagai kepala negara. Bayangkan, Presiden Indonesia nyaris keok hanya karena urusan Partai Demokratnya itu.

Kacaunya, bagaimana mungkin rakyat Indonesia memiliki pemimpin dari partai yang kacau seperti itu?

#PRAYFORINDONESIA #PRAYFORSBY

"Hiduplah Endone saraya!"
Read more